Seorang penyair yang membeli kata-kata dengan uang.
kata-kata indah yang terbeli ....
ia susun dan ubah kembali.
Dari sanalah orang yatim piatu ini memperoleh kemakmuran dan ketenarannya.
.... Pada suatu hari, sang penyair bertemu dengan seorang gadis dusun.
Saat itu hatinya berdegup kencang dan otaknya kosong. ....
Semua itu ingin ia sampaikan pada sang gadis.
Tapi sang penyair tak kunjung menemukan kata-kata yang tepat.
.... Kemakmuran berlalu, orang menjauh, sang penyair mati dalam kesepian.
Dipagi yang cerah itu, mengalun lagu pemakaman ....
dan air mata, tapi tidak terdengar kata-kata apapun.
Karena semuanya sudah terlanjur dibeli oleh sang penyair.
[NN]




